10 Hal Yang Tidak Diketahui Tentang Pemrograman

Posted: Oktober 13, 2015 in Tak Berkategori, tekno
Tag:

Kami menyerukan selamat bagi para arsitek di ranah digital pada Programmers’ Day, yang biasanya dirayakan pada tanggal 13 September, hari ke-256 setiap tahunnya. Bilangan 256 dipilih karena merupakan bilangan yang menyatakan jumlah nilai unik yang berbeda yang dapat direpresentasikan dengan byte berukuran 8 bit.

Selagi kita merayakan perubahan positif yang telah dibuat oleh para programmer untuk memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari kita, kami membuat daftar 10 hal-hal yang Anda mungkin tidak diketahui tentang pemrograman atau coding, dan informasi ini mungkin menguntungkan untuk Anda.

  1. Ada lebih dari 20 bahasa pemrograman di benua Asia

Dari 8.500 bahasa pemrograman yang diperkirakan terekam, sekitar sepertiganya menggunakan bahasa Inggris sebagai kata kunci dan kode Perpustakaan, sementara itu sebagian besar lainnya didasarkan pada bahasa non-Inggris, serta beberapa di antaranya terdiri seluruhnya dari simbol-simbol. Jumlah ini mencakup lebih dari 20 bahasa pemrograman Asia, misalnya BAIK (Indonesia), Changjo (Korea), Dolittle (Jepang), PerlYuYan (Tionghoa) dan bahasa pemrograman Hindi.

  1. Programer pertama di dunia adalah seorang wanita, dan memiliki bahasa pemrograman yang dinamakan atas dirinya

Walaupun ada banyak pembicaraan mengenai kurangnya perempuan dalam dunia teknologi hari ini, hanya sedikit yang tahu bahwa Ada Lovelace, putri dari penyair terkenal Lord Byron, diakui sebagai programmer komputer pertama di dunia. Ibunya menjalani pelatihan matematika dan mendesak putrinya untuk belajar. Ada terkenal untuk meningkatkan hasil kerja Charles Babbage, Analytical Engine, sebuah generasi awal komputer untuk keperluan umum. Bahasa pemrograman bernama Ada diberikan untuk menghormatinya.

  1. Mengetahui ilmu coding sangatlah berguna

Kita hidup di dunia dimana hampir semua orang menggunakan ponsel atau komputer, dengan kebanyakan orang menggunakan keduanya. Dunia ini semakin penuh dengan layanan web, seperti YouTube, Netflix dan Facebook. Semua poin ini mengarah kepada semua pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan berkisar disini – dan mengetahui ilmu coding akan sangat relevan bagi lingkungan pekerjaan masa depan. Pada kenyataannya, perusahaan riset pasar Evans Data memperkirakan bahwa populasi pengembang perangkat lunak global telah meningkat hampir dua kali lipat sejak 2010 menjadi sekitar 19 juta orang, dan diperkirakan akan tumbuh menjadi 25 juta di tahun 2020.

  1. Belajar programming relatif murah

Dengan sumber daya yang tersedia online seperti Microsoft Virtual Academy, belajar coding dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan keahlian dan karir Anda. Sebagai cara untuk meng-upgrade diri Anda, belajar coding secara online juga dapat menjadi pilihan yang lebih murah daripada kembali ke Universitas, mengambil perbandingan rata-rata tiga bulan daripada empat tahun, dan biaya sekitar US$10.000 – 20.000 daripada US$ 50.000 – 200.000.

  1. Pemrograman mengajarkan computational thinking, yang penting membawa keberhasilan di dunia masa kini

Computational thinking didefinisikan oleh Universitas Carnegie Mellon sebagai “cara untuk memecahkan masalah, merancang sistem, dan memahami perilaku manusia yang bermuara pada konsep-konsep dasar ilmu komputer”. Kita melatih computational thinking dalam kegiatan sehari-hari. Kegiatan pemrograman melatih otak kita untuk memahami dan memecahkan masalah secara lebih efektif – beberapa bahkan mengatakan hal ini membantu untuk melihat kesalahan sebagai bagian integral dalam memecahkan masalah.

  1. Kode komputer memainkan peran penting dalam mengakhiri Perang Dunia II

Terima kasih kepada Alan Turing, ilmuwan komputer dari Inggris, berakhirnya Perang Dunia II dipercepat dengan menggunakan keterampilan matematika dan cryptologic Alan untuk memecahkan ENIGMA, kode mesin milik Nazi. Intelijen dari Bletchley Park, dimana Turing dan timnya berbasis, membantu untuk menyelamatkan banyak nyawa. Atas kontribusinya pada komputasi modern, Association for Computing Machinery (ACM) menamakan penghargaan mereka Turing Award.

  1. Turing juga adalah penemu “Turing Test”, yang membedakan manusia dari computer

“Turing Test” lebih umum dikenal sebagai CAPTCHA saat ini, atau Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart. Dikembangkan di Carnegie Mellon University, CAPTCHA muncul dalam bentuk kata-kata atau angka yang terdistorsi pada formulir online, dan manusia perlu mengetik apa yang mereka lihat untuk membuktikan mereka bukanlah bots.

  1. Bug komputer pertama sebenarnya adalah seekor ngengat

Di tahun 1940-an komputer diletakkan di kamar-kamar yang besar, dan kehangatan dari komponen komputer tersebut menarik segala macam serangga. Suatu hari, para operator yang sedang bekerja dengan komputer di Harvard University menyadari bahwa ada seekor ngengat yang hancur di dalam mesin dan menulis dalam buku log mereka, “kasus bug pertama yang ditemukan”. Kejadian ini dipercaya menjadi awal mula penggunaan istilah komputer ini secara luas.

  1. Ada minat yang kuat antara mahasiswa Asia Pasifik

Minat pada coding tumbuh di Asia Pasifik. Tiga dari empat siswa di benua Asia Pasifik menginginkan coding menjadi yang mata pelajaran inti di sekolah dan bersedia untuk mengambil kelas di luar sekolah jika diberi kesempatan, menurut riset yang dilakukan oleh Microsoft Asia Pasifik.

  1. Anda bisa coding tanpa memiliki pengetahuan dasarnya

Semua orang, pada usia berapa pun, dapat mempelajari coding dengan ketersediaan permainan, visual editors dan user-interface grafis yang menyederhanakan proses coding. Ketika teknologi

identik dengan masa depan, tidak pernah terlalu dini untuk mulai belajar coding. Temukan permainan dan tutorial di Code.org, mitra Microsoft untuk #HourOfCode, sebuah inisiatif untuk menantang 100 juta orang belajar coding.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan melalui blog Microsoft oleh Anthonius Henricus – Developer Experience & Evangelism Director

SUMBER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s