Review Prolink PWH-2004

Posted: Februari 15, 2011 in Hardware, Jaringan
Tag:

By :Info Komputer

Ngebut Tak Harus Mahal

Ingin tersambung ke internet namun jaringan telepon belum sampai di tempat tinggal Anda? Ataukah ingin punya hotspot yang dapat dibawa ke mana-mana? PWH2004 adalah salah satu solusinya.

Modem 3G sudah menjadi peranti wajib untuk koneksi ke internet bagi pengguna laptop atau PC. Ini khususnya sangat berguna saat pengguna tidak menemukan hotspot Wi-Fi gratis atau koneksi internet kabel. Namun, apa jadinya jika perangkat tersebut digabungkan dengan wireless router? Jadilah hotspot yang dapat dibawa ke mana-mana dan menjadi pusat bagi-pakai koneksi internet. Hal inilah yang coba ditawarkan oleh Prolink lewat paket wireless router PWH2004 dan modem USB 3,75G PHS300. Jika ingin yang 3G, dapat dipilih PHS101.

PWH2004 menggunakan standar wireless 802.11n (draft), yang berarti dalam praktik memiliki kecepatan transfer data nirkabel maksimal 100 Mbps. Sepasang antena berkekuatan 2 dBi memisahkan aliran paket masuk dan yang keluar sehingga meminimalkan terjadinya tabrakan paket data. Hal ini sekaligus mempercepat transfer data karena kedua alirannya berjalan secara bersamaan.

Sebuah port USB 2.0 yang berada di samping menjadi penghubung ke modem 3,5G atau 3,75G. Jika sedang tidak digunakan untuk koneksi ke internet, port ini dapat pula dihubungkan ke media simpan portabel semacam flashdisk atau harddisk portabel untuk berbagi-pakai berkas di jaringan lokal secara wireless. Tentu saja cara ini lebih praktis daripada harus memiliki perangkat NAS (dan menghubungkannya ke salah satu dari empat port kabel RJ45 LAN di bagian belakang badan PWH2004). Jika diinginkan pula, koneksi internet dapat dilakukan lewat modem kabel (ADSL), yaitu dengan menghubungkannya ke port RJ45 WAN. Tombol WPS (Wireless Protected Setup) membuat langkah melindungi koneksi wireless dan asosiasi ke hotspot menjadi aman dengan enkripsi WPA2.

Untuk memanajemen jaringan, PWH2004 memiliki beberapa fasilitas penting yang dapat diatur konfigurasinya lewat antarmuka web. Demilitarized Zone (DMZ) bermanfaat untuk mengizinkan akses secara langsung dari internet terhadap satu komputer dalam jaringan lokal yang biasanya menjalankan fungsi server publik seperto web server. Sementara itu, Virtual Server bermanfaat untuk mengarahkan request dari internet menggunakan alamat port tertentu menuju ke server dalam jaringan lokal yang sedang mendengarkan (listening) alamat port layanan tersebut.

Kami melihat adanya fasilitas penyaring alamat situs web (URL Filtering). Namun menurut kami, ini masih sederhana lantaran belum menyediakan pilihan whitelist (deny). Hal serupa kami temui pada fasilitas penyaring alamat fisik kartu jaringan komputer client (MAC Filtering). Kami menilai sistem whitelist lebih efektif daripada blacklist dalam hal penyaringan, karena alamat situs web berbahaya atau MAC address ilegal yang luput dari perhatian administrator akan diblokir dengan mudah. Selain itu, PWH2004 belum memiliki fasilitas MAC & IP Address Binding untuk mematahkan serangan MAC spoofing.

Memasuki tahap pengujian kecepatan transfer data nirkabel, kami menempatkan PWH2004 di ruang yang relatif bebas sekat dan radius sekitar 13 meter. Tool NetIQ Chariot yang terpasang pada laptop kami mencatat throughput maksimal pada angka 84,034 Mbps, minimal 28,219 Mbps, serta rerata 64,849 Mbps. Nilai ini cukup memuaskan untuk ukuran standar wireless draft N yang memiliki throughput maksimal 100 Mbps. Kami juga melihat nilai response time rata-rata cukup baik, yaitu 1,233 detik, jauh di bawah 5 detik. Artinya, PWH2004 cukup cepat dan responsif dalam melewatkan paket data.

Giliran firewall SPI kami uji dengan fasilitas Shield Up di situs web grc.com (Gibson Research Center) dan menempatkan PWH2004 sebagai gateway terdepan menggunakan alamat IP publik. Terlihat ada 2 port layanan dalam status terbuka (Open), yaitu port 23 dan 53. Sebagian besar port layanan memang berstatus tertutup (Closed), walaupun tidak tersembunyi (Stealth). Berdasarkan hasil ini, kami menyarankan setiap komputer client mengaktifkan firewall sistem operasi (misalnya Windows Firewall) atau menggunakan pengembang pihak ketiga.

***

ProLink PWH2004 adalah solusi koneksi dan bagi-pakai internet sekaligus bagi-pakai data yang praktis dan murah. Kecepatan transfer data wireless membuatnya mampu menangani aplikasi maupun data multimedia. Firewall SPI sebaiknya ditunjang dengan pengaktifan firewall sistem operasi di komputer client. (Vincent Bayu Tapa Brata)

Spesifikasi Prolink PWH-2004

Standar 802.11b/g/n (draft).
Port 1x USB 2.0, 1x RJ45 ethernet WAN internet (lewat modem ADSL), 4x RJ45 ethernet LAN.
Kecepatan transfer data – 10/100 Mbps lewat kabel. 

– 100 Mbps nirkabel.

Feature – Konektivitas internet 3G & 3,75G. 

– File server & FTP server.

– DMZ (demilitarized zone).

– Virtual Server/Port Forwarding.

– URL Filtering.

– WPS (Wireless Protected Setup).

Dimensi 18 x 11,6 x 4,1 cm.
Bobot 233,4 gram.
Kelengkapan CD manual, kabel RJ45 LAN, adaptor power 12 Volt/1 Ampere.
Garansi
Kisaran harga Rp900.000.
Situs web http://www.prolink2u.com

Kontak:  Prolink Indonesia, telepon (021)6283205, 70312233.

Satu port USB 2.0 ada di samping untuk koneksi internet dengan modem 3G atau 3,75G. Ini ditambah 4 port ethernet LAN untuk jaringan lokal dan 1 port ethernet WAN (internet lewat modem ADSL) di belakang.

Grafik hasil pengujian kecepatan transfer data nirkabel menggunakan tool NetIQ Chariot.

Grafik hasil pengujian firewall SPI menggunakan fasilitas Shield Up di situs grc.com.

Plus : Konektivitas dengan modem 3G & 3,75G; fungsi file server & FTP server; througput tinggi; harga murah.

Minus : Firewall SPI harus dikuatkan firewall sistem operasi; MAC filtering & URL filtering tidak memiliki pilihan whitelist (deny).

Komentar
  1. bambang mengatakan:

    tanya pak, bagaimana cara ngeblok app camfrog?? karena beberapa PC yg konek ke prolink2004 saya, senang menggunakan applikasi camfrog. terima kasih

  2. Hendro Wibowo mengatakan:

    mohon pecerahan saya pakai PWH2004 tp kalau mau share data antar PC mengggunakan koneksi wifi kok ngak mau ya …..saya coba ping ip setiap client jg ngak mau kenapa ya …….mohon bantuannya pak terima kasih sebelumnya

  3. andrie mengatakan:

    Mohon pencerahan pak. Bagaimana cara memberi password agar tidak semua orang bisa mengakses? Terima kasih.

  4. sevmi mengatakan:

    salam kenal..mohon bantuannya..
    saya mau nanya nih..kalo mau setting prolink pwh2004 tapi ga bisa masuk ke web browsernya(192.168.123.254),gimana yah..? terima kasih.

  5. Desmond Tang mengatakan:

    boleh ajar saya macam mana set dyndns atau port for dvr tak
    email info@ecm2u.com ty ^^

  6. Elite mengatakan:

    Pak. Mohon info. Sy menggunakan router jenis ini dirumah saya.

    Saya ada keperluan untuk streaming dvr cctv saya untuk online menggunakan telkomsel flash.

    Saya mencoba mengaktifkan dmz pada ip dvr saya.

    Dan port fowarding pada port dvr saya.

    Tetapi tetap tidak bisa di akses melalui internet. Apakah memang tidak bisa aktif melalui 3g?

    Untuk masalah ip dynamic saya akalin pake dyndns. Yg juga sudah ada di pwh2004.

    Mohon pencerahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s